8 Pemain Top Dunia Yang Pernah Mencicipi Liga Indonesia

Berita Sepakbola Indonesia
BOLATAMA.COM, Liga Indonesia telah bergulir sejak 23 Tahun yang lalu, sejak digabungnya kompetisi era Perserikatan dan Galatama.

Sejak saat itulah  sepak bola Indonesia terus mengalami masalah demi masalah, dari carut-marutnya perwasitan, isu suap, perkelahian pemain, kerusuhan antar suporter, dihentikannya liga karena kerusuhan massal mei 1998, dualisme kompetisi, sampai di banned FIFA. sehingga secara langsung berimbas kepada miskinnya prestasi tim nasional senior kita.

Sejak terkahir kali Juara di Sea Games 1991 sampai saat ini Timnas kita belum pernah mencicipi lagi Juara untuk ukuran regional ASEAN , jangankan bicara ditingkat ASIA ataupun Dunia.. Meski demikian, sejumlah pemain top dunia pernah merumput bersama klub-klub yang ada di Indonesia.

Siapa saja mereka? Berikut adalah daftar para pemain top dunia yang pernah merumput di Indonesia, dan nasib mereka saat ini.

 1. Mario Kempes

Kempes pernah membela Argentina pada Piala Dunia 1974, 1978, dan 1982, dan merupakan kunci sukses Tim Tango merebut gelar juara pada PD 1978.

Pemain kelahiran Bell Ville, 15 Juli 1954 , sempat memutuskan gantung sepatu pada tahun 1995 seusai membela klub Fernandez Vial, Kempes tergiur mencoba peruntungan di Indonesia pada musim 1999.

Saat bergabung ke Pelita Jaya, Kempes diragukan bisa bersinar. Selain usianya sudah melewati masa emas, postur tubuh Kempes yang tambun tak mencerminkan dirinya sebagai pesepak bola profesional. Nyatanya, legenda hidup River Plate itu tetap tajam. Di Liga Indonesia 1999 ia mencetak 10 gol dari 15 laga.

Sayangnya ia hanya semusim di Indonesia. Selepas membela Pelita sang pemain memutuskan benar-benar pensiun dari gemerlap sepak bola.

 Pelita Jaya merupakan klub terakhir Mario Kempes sebagai pemain sepak bola. Selanjutnya, ia pernah melatih Timnas Albania pada tahun 1997.

Saat ini Kempes termasuk ke dalam 125 pemain sepak bola top dunia yang masih hidup oleh FIFA.
Ia juga menjadi komentator sepak bola di ESPN, serta duta klub Spanyol, Valencia. Februari 2017, Kempes dikabarkan dipecat dari Valencia, setelah mengkritik kinerja tim.



2. Roger Milla
Roger Milla merupakan pemain Kamerun kelahiran 20 Mei 1952. Roger Milla dikenal dunia lewat selebrasi uniknya, yaitu selalu lari ke pojok lapangan, lalu menari di tiang bendera.

Milla dinobatkan sebagai pemain tertua yang mencetak gol saat Piala Dunia. Tepatnya, saat Kamerun melawan Rusia dalam Piala Dunia 1994.

Namanya juga melambung berkat permainan impresifnya saat bermain untuk klub Liga Prancis, Monpellier, mulai tahun 1987 hingga 1989.

Milla juga sempat bermain di Indonesia pada tahun 1994 hingga 1996. Saat itu, Milla bermain untuk klub Pelita Jaya, dan Putra Samarinda.

Putra Samarinda merupakan klub terakhir Milla sebagai pemain profesional. Sebab, setelahnya Milla pensiun, dan menjadi staf pelatih di Montpellier pada tahun 2001-2007.

Tahun 2010, ia masih dapat rejeki jadi bintang iklan Coca Cola menyambut Piala Dunia Afrika Selatan. Dia kini mengelola sebuah yayasan sosial di Kamerun.

Milla mengaku menjaga kesehatannya dengan bersepeda, joging, tidak merokok maupun minum alkohol.

 Lee Hendrie ketika berseragam Aston Villa

3. Lee Hendrie

Pemain kelahiran 18 Mei 1977 tersebut, merupakan salah satu gelandang yang digadang-gadang menjadi bintang besar di timnas Inggris pada era awal tahun 2000-an. Namun, entah kenapa karier Lee Hendrie macet saat memasuki level senior. Berbanding terbalik dengan rekan seangkatannya David Beckham atau Paul Scholes.

Semenjak didepak Aston Villa pada musim 2006-2007, Hendrie berpindah-pindah klub dengan level permainan yang menurun. Kegemarannya berjudi dan menikmati dunia malam disebut jadi salah satu penyebab hancurnya karier sang pemain.

Pada tahun 2011 ia bergabung dengan klub Liga Primer Indonesia, Bandung FC. LPI merupakan liga saingan kompetisi resmi PSSI, Indonesia Super League, yang didanai oleh pengusaha minyak Arifin Panigoro. Keputusan Hendrie menerima pinangan Bandung FC kabarnya karena terpaksa. Ia sedang bangkrut dan tak memiliki klub.

Saat membela Bandung FC Lee Hendrie berhasil mencetak tiga gol, dari 16 pertandingan yang dilakoninya. Namun, klub tersebut Hendrie tidak bertahan lama, karena kompetisi LPI akhirnya bubar jalan pasca tumbangnya rezim kepengurusan Nurdin Halid di PSSI.

Dalam sesi wawancara dengan media Inggris, Lee Hendrie buka kartu kalau keputusannya merumput di Indonesia merupakan kesalahan terbesar. Sempat melakukan upaya bunuh diri, Hendrie akhirnya memutuskan pensiun setelah berkiprah di klub amatir Basford United pada 2014.

 Marcus Bent
4. Marcus Bent
Marcus Bent merupakan pemain kelahiran London, 19 Mei 1978. Ia pernah memperkuat Everton pada tahun 2004-2006.

Setelah itu, kariernya terus meredup. Ia keluar masuk tim medioker Inggris.
Marcus Bent sempat bikin heboh setelah memutuskan menerima tawaran bermain untuk Mitra Kukar pada musim 2011-2012.

Namun, belakangan Marcus Bent dipecat karena dianggap tidak berkembang. Sebab, saat itu ia hanya mencetak 4 gol dari 11 penampilannya.

Saat ini, Marcus Bent belum mendapatkan klub lagi. Nasibnya makin memprihatinkan. Terakhir ia dikabarkan sempat ditangkap polisi Inggris karena kasus narkoba, dan penganiayaan.

5. Emmanuel Maboang Kessack
Emmanuel pernah bermain di Piala Dunia 1990 dan 1994 saat membela Kamerun. Pemain kelahiran 27 November 1968 ini juga pernah bermain di klub asal Indonesia, Pelita Jaya musim 1997-1998.
Dia kini cukup sukses menjadi agen pemain yang memasok tim-tim di Asia Tenggara. Dia masih sering diundang televisi Kamerun untuk wawancara.

6. Pierre Njanka
Pierre Njanka merupakan pemain yang pernah membela Kamerun pada Piala Dunia 1998 dan 2002.
Saat di Indonesia, Pierre pernah membela sejumlah klub.
Di antaranya Pesija Jakarta pada tahun 2008, Arema Indonesia musim 2009-2010, Aceh United pada 2011, Mitra Kukar pada musim 2011-2012, dan Persisam Samarinda musim 2012-2013.
Setelah pensiun, ia memutuskan kembali ke negaranya, Kamerun.

7. Eric Djemba-Djemba
Eric Djemba-Djemba merupakan pemain yang pernah bersinar bersama Manchester United pada tahun 2003.

Eric Djemba-Djemba pernah bergabung bersama Persebaya Surabaya pada tahun 2015. Namun, Eric Djemba-Djemba tidak terlalu lama berada di Persebaya.

Ia batal bergabung karena dianggap mengalami cedera. Ada kabar yang mengatakan bahwa ia bermain di Tarkam, bersama klub Persipa Padalarang.

Tapi kabar ini sempat disebut hoax. Tahun 2016, The Sun mengabarkan, Djemba bermain di klub amatir Swiss, FC Vallorbe-Ballaigues.

 Michael Essien Chelsea

8. Michael Essien


Di awal Liga 1 2017, Persib Bandung membuat heboh jagat sepak bola Indonesia, bahkan Dunia ketika  Maung Bandung merekrut salah satu pemain top Dunia Michael Essien.

Michael Essien pemain sepakbola asal Ghana yang pernah bermain di Chelsea dan Real Madrid. dan tampil di Piala Dunia bersama Tim Nasional Ghana, Pemain ini nantinya akan memperkuat Persib pada Liga 1 . Pemain ini diperkenalkan di Graha PERSIB pada Selasa (14/03/2017) dalam acara HUT PERSIB ke-84.


Seperti dikutin CNNIndonesia, Nilai kontrak Michael Essien di Persib diperkirakan tak sampai Rp10 miliar setahun. Angka tersebut ditaksir mengalami penurunan paling sedikit sekitar 25 persen dari nilai di klub sebelumnya, Panathinaikos.

Kisaran angkanya sekitar €600.000 (Rp8,5 miliar) per tahun. Namun, harga tersebut disebut-sebut salah satu agen pemain Indonesia Eddy Syah tetap bagai bumi dan langit jika dibandingkan dengan pemain top atau asing di Indonesia. Ia bahkan meyakini, nilai kontrak Essien itu sudah memecahkan rekor belanja pemain di klub-klub Indonesia.

Michael Essien merupakan pemain kelas dunia yang sudah pernah merasakan klub-klub besar di Eropa seperti  Lyon, Chelsea, Real Madrid dan Milan. Sebelumnya Michael Essien disebut akan bergabung ke klub Australia tapi ternyata Michael Essien memilih untuk berlabuh ke Persib. Michael Essien terakhir memperkuat klub asal Yunani,  Panathinaikos.

Michael Essien merupakan pemain kelahiran Ghana. Posisinya di lapangan yaitu sebagai pemain gelandang. Dia merupakan pemain dengan karakter yang keras. Dia memiliki kemampuan bertahan dan menyerang yang baik. Tidak jarang tendangan jarak jauhnya juga akurat. Saat ini umur Michael Essien memang sudah tidak muda yaitu 34 tahun namun Michael Essien yang memiliki tinggi 177 m ini bisa jadi pemain paling berbahaya di Liga 1 Indonesia nantinya.



Tag : Sepakpojok
0 Komentar untuk "8 Pemain Top Dunia Yang Pernah Mencicipi Liga Indonesia"

Back To Top