Header Ads

Klasemen Sepanjang Masa Liga Indonesia, Persipura Teratas



Sejak Galatama dan Perserikatan dilebur pada 1994, puluhan klub sudah keluar-masuk Liga Indonesia. Klub mana yang punya koleksi poin terbanyak?

Tahun 2017 menandai akhir dari penantian panjang masyarakat Indonesia akan sebuah kompetisi sepakbola yang normal. Liga 1, yang bernama resmi Go-Jek Traveloka Liga 1 sesuai sponsor, resmi bergulir sejak 15 April lalu sekaligus menandai era baru sepakbola nasional pascababak kelam dalam beberapa tahun terakhir.

Liga 1 diharapkan bisa mengobati kerinduan fans sepakbola dalam negeri yang membutuhkan saluran untuk menikmati sekaligus merayakan olahraga paling populer di dunia ini. Kita tentu iri melihat sepakbola Eropa yang begitu profesional, sistematis, menarik, kompetitif, dan pada akhirnya menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi orang banyak.

Indonesia sudah lama belajar untuk membuat liga yang seperti itu. PSSI melahirkan Liga Indonesia pada 1994 dengan melebur dua kompetisi antarklub, Galatama dan Perserikatan. Sejak saat itu, kita disuguhkan kompetisi sepakbola yang resmi dan reguler. Meski format sering berubah dan sarat kontroversi, Liga Indonesia tetap selalu dinanti setiap musimnya.

Jika dikalkulasi, Liga Indonesia telah mengarungi 20 kompetisi top tier alias divisi teratas. Dua musim di antaranya terpaksa tidak rampung akibat krisis ekonomi (musim 1997/98) dan intervensi pemerintah (musim 2015). Liga Indonesia terbagi ke dalam dua era besar: tahun 1994 hingga 2007 dinamakan Divisi Utama, sedangkan tahun 2008 hingga kini dinamakan Liga Super Indonesia (LSI/ISL).

Goal Indonesia mengajak pembaca untuk menilik klub-klub apa saja yang tampil dominan di sepanjang gelaran Liga Indonesia dalam 23 tahun terakhir ini. Caranya adalah menghitung poin yang dikumpulkan tiap klub yang bermain di Liga Indonesia, mulai dari 1994 hingga 2015, dalam wadah bernama Klasemen Abadi Liga Indonesia.

Berita sepakbola terlengkap


Perlu dicatat, Liga 1 yang baru bergulir tahun ini belum masuk hitungan. Klasemen Abadi ini turut menghitung babak gugur dan babak play-off degradasi Liga Indonesia. Laga yang berakhir dengan adu penalti dihitung imbang alias tiap tim mendapat satu poin.

Sedangkan kompetisi seperti Liga Primer Indonesia, Liga Prima Indonesia, turnamen jangka panjang Indonesia Soccer Championship A, dan turnamen piala (Piala Indonesia, Inter Island Cup, Trofeo Bhayangkara, dan lain-lain) tidak masuk hitungan sama sekali.

Sebagai pemilik gelar terbanyak Liga Indonesia dengan empat titel (2005, 2008/09, 2010/11, 2013) tidak mengherankan jika Persipura Jayapura memiliki akumulasi poin tertinggi di antara klub-klub lain. Sebanyak 945 poin berhasil dikumpulkan oleh tim berjuluk Mutiara Hitam itu sejak musim 1994/95 hingga musim 2015 yang berakhir singkat

Persipura termasuk merupakan satu dari tiga klub yang belum pernah degradasi dari kasta tertinggi sejak mengikuti Liga Indonesia edisi perdana. Dua klub lainnya adalah Persib Bandung dan Persija Jakarta, yang memiliki sejarah rivalitas tinggi. PSM juga sebenarnya tidak pernah terdegradasi, tapi pada 2011 pindah ikut ke IPL dan absen di ISL. Artinya, tiga tim itulah yang benar-benar senantiasa meramaikan kompetisi top tier Indonesia.

Baca Juga : Deretan Pencetak Gol Terbanyak Timnas Indonesia Sepanjang Masa

Persib mampu mengungguli Persija dalam Klasemen Abadi, namun Macan Kemayoran sejatinya bisa mengangkangi musuh bebuyutannya itu andai tidak terkena sanksi pengurangan poin. Persib dan Persija diikuti oleh Arema dan PSM Makassar untuk melengkapi posisi lima besar.

Fakta bahwa kelima klub tersebut pernah merasakan gelar juara Liga Indonesia membuat perolehan poin mereka terlihat superior ketimbang tim-tim lain. Selain Persipura, Persib, Persija, Arema, dan PSM, terdapat enam klub lain yang pernah merasakan gelar juara, yakni Sriwijaya FC, Persebaya Surabaya, PSIS Semarang, Persik Kediri, Petrokimia Putra, dan Mastrans Bandung Raya.

Terdapat satu klub legendaris yang mampu menyodok papan atas, yakni Pelita Jaya. Klub ini berganti-ganti nama mulai dari Pelita Bakrie, Pelita Solo, Pelita Krakatau Steel, hingga Pelita Karawang. Pergantian kepemilikan oleh Bandung Raya dan kepindahan homebase ke Madura akhirnya mengakhiri kiprah Pelita yang kini telah berubah wujud menjadi Madura United.

Menarik dinanti seperti apa kelanjutan Klasemen Abadi Liga Indonesia ini di musim-musim berikutnya. Sampai kapan Persipura bertahan di puncak? Apakah akan terjadi saling susul antara Persib dan Persija? Mampukah tim-tim yang relatif baru seperti Sriwijaya FC, Mitra Kukar, dan Bali United menyodok ke atas?

Pada akhirnya, yang paling penting adalah Liga Indonesia telah bergulir normal untuk menjaga denyut nadi sepakbola nasional.

sumber:goal.com

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.