Kisah Robert, Memori Liga Primer Indonesia dan Mantan Asisten


Laga PSM Makassar versus Persipura Jayapura menjadi momen sentimental bagi Pelatih Juku Eja Robert Rene Alberts. Menurut Robert, menghadapi Persipura menjadi spesial bagi dirinya karena sebelumnya mereka tidak pernah bertemu di kompetisi resmi.

Robert mengaku secara pribadi punya perasaan khusus pada pertandingan melawan tim Mutiara Hitam pada pekan kesembilan Liga 1 2017 di Stadion Andi Mattalatta, Sabtu (3/6/2017) malam. Robert mengisahkan, pada tahun 2010 Robert sempat melatih PSM dan saat itu PSM bertengger di peringkat 2 sedangkan Persipura urutan kedua di klasemen.

"Kami harusnya bertemu, tapi tidak terlaksana karena suatu hal, salah satunya PSM memilih keluar dari ISL dan bergabung di Liga Primer Indonesia (LPI) yang ilegal," kata Robert dilansir laman resmi klub (psmmakassar.co.id). "Saya pun memilih meinggalkan PSM karena tidak ingin bermain di liga yang tidak diakui federasi," imbuhnya.

Kini, situasiya terbalik. PSM memuncaki klasemen sedangkan Persipura di belakang Juku Eja. "Kami harus membuktikan keseriusan mengejar tropi musim ini, sehingga menghadapi tim besar harus bisa mengalahkannya termasuk sebelumnya yang kami lakukan," katanya.

Pelatih asal Belanda itu menjelaskan, untuk persiapan secara menyeluruh sudah dilakukan. Dirinya mengaku tidak ada hal yang berbeda dari sebelumnya saat menjamu tim asal Papua tersebut. "Kami akan bermain seperti biasa dan memainkan ball possesion."

Soal pelatih Persipura saat ini, Robert menjelaskan Liestiadi bukan orang yang baru dikenalnya, karena dia pernah menjadi asisten Robert saat menangani Arema dan PSM pada 2009/2010. "Dia pelatih yang serius dalam membentuk tim," katanya.

PSM di puncak klasemen dengan 17 poin, sementara tim Mutiara Hitam berada di posisi ketiga dengan 16. Poin Persipura sama dengan Madura United setelah tim asal Madura ini melakoni laga kesembilan mereka dan berhasil menghempaskan Persela Lamongan dengan skor 3-1 di Stadion Bangkalan, Jumat (1/6/2017).

Menghadapi Persipura, tim Juku Eja dibayangi rekor buruk pasalnya skuad tertua di Indonesia ini belum pernah meraih kemenangan sejak 12 tahun dari tim asal Papua tersebut, mereka hanya bisa bermain imbang, seperti musim lalu di Indonesia Soccer Championship (ISC) tim Juku Eja hanya bermain imbang di Makassar dan dibantai 4-2 saat bertandang ke Papua.

PSM sudah mempersiapkan skuad terbaiknya jelang laga, meski tim asuhan Robert Alberts ini sebelumnya hanya meraih hasil imbang 1-1 saat bertandang ke Gresik namun pada laga home kali ini mereka diharap bisa mematahkan rekor buruk yang saat melawan Boaz Sollossa dkk.

Terlebih lagi, tim kepelatihan sudah bisa memainkan Marc Klok yang sebelumnya absen karena cedera pergelangan kaki, sehingga PSM akan tampil dengan full tim saat menjamu Persipura. Bahkan, mereka masih akan mengandalkan Hamka Hamzah dan Steven Paulle di jantung pertahanan.

Selain itu, di sektor pertahanan sayap nama Zulkifli Syukur dan Reva Adi Utama menjadi pilihan utama, untuk lini tengah Klok dan M Arfan akan diduetkan untuk menyaring serangan lawan. Mereka diharap bisa membantu Willem Jan Pluim untuk mengatur serangan ke lini depan yang diisi oleh Titis Bonai, Romario dan Reinaldo Elias da Costa.

Pelatih Persipura Liestiadi mengatakan, kekuatan PSM saat ini memang berbeda dari sebelumnya. Hanya saja, timnya datang ke Makassar tentu berupaya mendapatkan poin. "Mereka punya kualitas pemain yang merata dari lini per lini, dan tidak gampang meraih poin di sini," ungkapnya.

Meski demikian, dia mengaku sudah siap memperlihatkan permainan terbaik pada laga nanti, apalagi sudah diperkuat oleh Boaz. "Yang jelas kita target satu poin dulu, karena di klasemen kita hanya beda satu poin. Tapi kalau bisa dapat lebih akan lebih bagus," ujarnya.
Tag : Sepakpojok
0 Komentar untuk "Kisah Robert, Memori Liga Primer Indonesia dan Mantan Asisten"

Back To Top