Profil Egy Maulana Vikri


Egi Maulana Vikri, Bocah Ajaib Kelahiran  Medan,Sumatera Utara 7 Juli 2000  adalah Striker Masa depan Timnas Indonesia. Gesit, Lincah dengan gocekan dan dribling yang mumpuni membuat kocar-kacir barisan pertahanan lawan. Terbukti di penampilan perdana Piala AFF U18 di Myanmar, 2 Golnya berhasil membenamkan Tuan rumah Myanmar 2-1.

Salah satu yang membuat Egy kini begitu dikenal adalah karena sejak proses seleksi yang dilakukan pada awal 2017 pemain dari Diklat Ragunan ini sudah memperlihatkan potensi yang bagus dari pergerakan di lapangan. Mantan kapten Timnas Indonesia U-16 ini menjadi salah satu pemain yang menonjol sejak seleksi awal Timnas U-19.

"Paling susah dicari itu striker. Saya belum melihat banyak, tapi ada Egy Maulana Vikri yang saya rasa kualitasnya bagus," ujar Indra Sjafri pada Februari 2017.

Namun, terpikatnya Indra Sjafri terhadap Egy bukan hal yang baru terjadi saat seleksi tersebut. Indra justru sudah bertemu dengan Egy ketika sang pemain masih berusia 12 tahun pada 2012.

Saat itu, Indra Sjafri tengah berburu pemain dengan cara 'blusukan' ke seluruh wilayah di Indonesia sebelum membawa Timnas Indonesia U-19 generasi Evan Dimas menjadi juara Piala AFF U-18 2013. Pelatih yang saat itu baru saja membawa tim asuhannya menjuarai HKFA International Youth Football Invitation Tournament di Hong Kong bertemu dengan Egy dalam Festival FIFA Grassroot di Medan pada 2012.

Pada akhir Desember 2016 silam, Indra Sjafri sempat mengunggah foto bersama Egy kecil ke dalam akun Twitter pribadinya. Indra menuliskan, "Saat pertama kali menemukan potensi Egy Maulana Vikri (12 tahun) saat Festival FIFA Grassroot Tahun 2012 di Medan."

Itulah rekam jejak yang masih tersisa dari keberhasilan seorang Indra Sjafri menemukan talenta muda di Indonesia bagian barat dan kini memolesnya hingga menjadi salah satu bagian penting dalam Timnas Indonesia U-19.

Namun, Egy memang berkembang dengan sangat baik dalam permainan sepak bolanya. Pemain yang kini sudah berusia 17 tahun itu membawa Indonesia menjadi juara Gothia Cup 2015 di Swedia untuk kelompok U-15.

Sebelum itu, ia dipercaya menjadi kapten Timnas Indonesia U-16 asuhan Fachri Husaini. Di tim besutan Fachri, Egy mengikuti TC hampir satu tahun. Namun, ia gagal membela Timnas U-16 di Piala AFF U-16 2015 karena FIFA menjatuhkan sanksi untuk Indonesia.

Egy lalu fokus bersekolah dan memperkuat Diklat Ragunan selama absen pada ajang internasional bersama timnas. Walau begitu, Egy terus menempa diri. Kerja keras itu pun terbayar. Indra Sjafri memanggilnya mengikuti seleksi Timnas Indonesia U-19 pada awal 2017 dan tak pernah melepasnya selain untuk memperkuat Timnas Indonesia U-22 asuhan Luis Milla ketika melakukan pemusatan latihan di Bali.

Egy Maulana Vikry meraih penghargaan Jouer Revelation Trophee di Turnamen Toulon 2017. (Dok PSSI)

Salah satu bukti kualitas Egy sebelum Piala AFF U-18 2017 ini adalah prestasi individu yang diraihnya di Turnamen Toulon 2017 di Prancis. Egy Maulana Vikri mendapatkan penghargaan Jouer Revelation Trophee, yaitu sebuah penghargaan untuk pemain yang sangat berpengaruh kepada timnya, penghargaan yang pernah disabet oleh sederet bintang dunia seperti Zinedine Zidane dan Cristiano Ronaldo.

  • Fakta Menarik
    • Egy Maulana Vikri bisa bermain di tiga posisi sekaligus, yaitu, gelandang, penyerang dan penyerang sayap.
    • Pemain idolanya adalah Lionel Messi
    • Indra Syafri telah menemukan bakatnya saat bermain di turnamen grassroats, di usianya saat itu 12 tahun
    • Di kompetisi Piala Soeratin 2016, klub asal Egy, Persab Brebes berhasil menjuarai Piala Suratin dan dirinya menjadi pemain terbaik serta top skorer turnamen. Persab Brebes banyak menggunakan pemain asal Diklat Ragunan tempat dimana Egy menimba ilmu
    • Egy selalu masuk dalam tim nasional kelompok umur sejak U-16.
    • Pelatih Persija 2017, Stefano Teco Cugura sempat tertarik untuk merekrut Egy setelah dalam pertandingan ujicoba dirinya selalu merepotkan Persija yang notabene tim profesional di Liga 1 dan dikalahkan 1-0
    • Egy mendapatkan Jouer Revelation Trophee di Toulon Turnament 2017. Egy dinilai pemain yang paling berpengaruh di tim oleh panelis turnamen. Setiap tahun hanya 1 pemain yang menerima Piala ini. Cristiano Ronaldo, Zinedine Zidane pun pernah menerima Piala ini. 
    • Pelatih Espanyol, mengatakan Egy adalah Messinya Indonesia karena bermain dengan kemampuan olah bola yang menawan layaknya pemain Amerika Latin dan patut bermain di Eropa
    • Egy sempat dipanggil oleh pelatih Timnas U22 Indonesia, Luis Milla untuk berlatih bersama dan seleksi untuk Sea Games 2017 namun dirinya tidak dipilih dan dikembalikan ke timnas U19 Indonesia
    • Di Piala AFF U19, Egy memborong brace pertamanya saat mengalahkan Myanmar di pertandingan perdana dengan skor 2-1


Profil dan Biodata Egy Maulana Vikri
Nama Lengkap  : Egy Maulana Vikri
Tempat Lahir  : Medan
Tanggal Lahir : 7 Juli 2000
Nama Ayah     : Syarifudin
Anak ke       : 2 dari 3 bersadudara
Nama kakak    : Yusrizal Muzzaki
Nama adik     : Afifah Tahirah
Posisi bermain : Penyerang/ Pemain tengah
Nomor punggung : 10/7
Pemain Favorit :Lionel Messi
Klub Favorit:Barcelona
Karier         :
- Timnas U14
- Timnas U15
- Timnas U16
- Timnas U19
Prestasi Egy Maulana Vikri
- Best Player Gothia Cup
- Best Player Piala Soeratin
- Top Skor Piala Soeratin
 -Jouer Revelation Trophee

Sumber:
- Bola.com
- Sumber.com


0 Komentar untuk "Profil Egy Maulana Vikri"

Back To Top