Kesederhanaan Mendiang Kiper Persela Choirul Huda


Hiasan di salah satu sudut rumah mendiang Choirul Huda di Lamongan.(Kontributor Kompas.com/Hamzah Arfah)
Selain dikenal sebagai figur panutan di lapangan, mendiang Choirul Huda ternyata dikenal sebagai sosok yang cukup sederhana. Setidaknya, hal itu diungkapkan tetangga, teman, kolega, maupun sesama pemain Persela Lamongan.

Meski dikarunia harta benda terbilang mencukupi, sosok kelahiran 2 Juni 1979 tersebut dikenal sebagai orang yang tidak neko-neko dalam kehidupan. Selama ini, para tetangga mengenal mendiang Choirul Huda hanya mengenakan sepeda motor saat beraktivitas.

“Bahkan, setahu saya, sering kali melihat dia pergi shalat Jumat bersama dengan anaknya menggunakan becak. Padahal, dia setahu saya juga memiliki mobil,” tutur Maghfiroh (54) penjaga warung di samping rumah almarhum, Senin (16/10/2017).

Maghfiroh menambahkan, dirinya malah lebih sering menjumpai mobil Avanza milik keluarga Huda, justru digunakan oleh sang istri, Lidya Anggraeni. Pada saat bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) maupun saat berlatih bersama Persela, Huda lebih sering menggunakan sepeda motor.

“Namun, tidak lama kemarin, Huda ganti motornya, model skutik zaman sekarang. Kelihatannya mirip (Yamaha) NMax, tetapi merek Honda,” kata Dedi, tetangga Huda yang lain.

Ternyata, setelah ditelusuri, motor baru mendiang kiper Persela tersebut adalah Honda Aerox, yang memiliki ‘bodi bongsor’ seperti N Max. Motor ini menggantikan Honda Supra Fit, yang sebelumnya erap digunakan Huda sehari-hari dalam menunjang aktivitasnya.

“Setahu saya, kalau latihan dan ke mes pemain, Huda memang menggunakan sepeda motor, tidak pernah pakai mobil. Terbaru, memang ia menggunakan motor anyar, Honda Aerox, sejak awal putaran kedua kemarin,” ujar asisten pelatih Persela, Ragil Sudirman.

Selama mengenal mendiang sejak masih aktif bermain, Ragil melihat Huda sebagai sosok yang tidak neko-neko dalam menjalani kehidupan. Meski bila ditilik dari segi materiil, Huda sebenarnya bisa melakoni kehidupan mewah.

“Orangnya memang seperti itu, enggak neko-neko pokoknya. Saya sudah mengenal itu sejak masih sama-sama bermain, sebelum saya menjadi asisten pelatih seperti sekarang,” ucap dia.

Dari pengakuan manajer Persela Yunan Achmadi, Huda semasa hidupnya juga dikenal sebagai pribadi dermawan kepada sesama. Lebih-lebih kepada orang yang dikenalnya, baik di mes maupun tetangga sekitar rumahnya.

“Kalau dapat bonus dari manajemen, saya juga sering menjumpai Huda membagi rezekinya kepada orang-orang yang ada di mes. Baik bagian perlengkapan tim, tukang bersih-bersih di mes, sopir di mes, dan masih banyak lagi. Itu tidak sekali-dua kali, tetapi saya sendiri menjumpainya beberapa kali,” kata Yunan.

Choirul Huda sudah 18 tahun memperkuat Persela, sejak pertama kali mengawali karier profesionalnya sebagai pesepak bola. Hingga pada akhirnya dalam pertandingan kontra Semen Padang di Stadion Surajaya, Minggu (15/10/2017) sore, sebuah insiden didapatkan hingga Cak Huda dipanggil menghadap Sang Pencipta.

sumber:bola.kompas.com


Tag : Choirul Huda
0 Komentar untuk "Kesederhanaan Mendiang Kiper Persela Choirul Huda"

Back To Top